Walaupun Ubuntu menyediakan edisi khusus bagi pemilik netbook, yaitu Ubuntu Netbook Remix (UNR), namun masih saja ada beberapa pemilik netbook yang masih setia dan ingin menggunakan desktop GNOME biasa pada netbook mereka. Kebanyakan dari teman saya begitu, dan saya sendiri sependapat dengan mereka.

OK, disini saya akan berbagi mengenai tip dan trik menggunakan Ubuntu Desktop Standar pada Netbook, karena secara default desktop dari Ubuntu kurang begitu cocok dengan pengunaan di netbook. Fontanya masih sangat besar serta performa masih agak lambat. Ubuntu yang digunakan dalam tip dan trik yang satu ini adalah Ubuntu 9.10 Karmic Koala, namun anda juga bisa menerapkannya pada Ubuntu versi 9.04 maupun versi mendatang :-D.

Matikan Compiz!


Kebanyakan netbook menggunakan chipset dari Intel atau nVIDIA, jadi mereka sudah memiliki dukungan akselerasi 3D yang baik pada sistem operasi Ubuntu maupun Linux lainnya. OK, Compiz alias desktop effect akan otomatis dihidupkan jika anda menggunakan desktop GNOME.
Efek-efek dari desktop yang diaktifkan dengan Compiz memang terkesan WAH, sangat menyejukkan mata dengan efek-efek transisi yang bisa dimodifikasi. Namun, kemampuan Compiz ini sekaligus akan menurunkan performa grafis dari netbook anda dan juga membuat boros daya baterai.
Untuk itu, disarankan untuk mematikan fitur ini jika memang tidak terlalu membutuhkan efek-efek yang wah di dalam desktop anda. Caranya adalah dengan membuka pengaturan penampilan melalui menu System | Preferences | Appearances, kemudian pada tab “Desktop Effects” pilih None.
Gunakan browser selain Firefox!
Firefox memang menjadi browser Open Source yang sukses dipasaran saat ini. Tidak salah lagi jika Ubuntu menggunakan browser ini secara default pada sistem operasinya. Namun pada pengunaan netbook, banyak sekali yang mengeluhkan bahwa browser ini agak berat dan membuat netbook cepat panas, seperti berita yang satu ini.
Jadi sebaiknya anda menggunakan alternatif browser lainnya, anda bisa menggunakan browser Google Chrome yang tersedia untuk Linux. Unduh melalui website http://chrome.google.com. Browser ini memang sangat ringan jika dibandingkan dengan Firefox, baik dari segi pengunaan memori maupun CPU usage.
Kecilkan fonta!

Fonta default yang digunakan pada Ubuntu memang sangat besar, untuk itu anda bisa mengecilkannya ke mode 9pt atau 8pt. Silahkan atur fonta melalui menu System | Preferences | Appearance kemudian membuka tab Font.
Sekarang tinggal atur saja kesemua fonta menjadi 9pt (standar) atau 8pt (agak kecil). Sesuaikan dengan kemampuan mata anda. Fonta yang kecil akan membuat desktop semakin luas untuk dilihat.
Atur tata letak desktop!

Selanjutnya adalah mengatur tata letak panel pada desktop. Mode 2 panel pada desktop mungkin akan membuat area kerja menjadi sesak, mengapa tidak dijadikan satu panel saja dengan meletakkannya di bawah?. Anda bisa hapus panel bawah pada Ubuntu kemudian memindahkan panel atas ke bagian bawah. Caranya, tinggal klik kanan panel bawah lalu klik “Delete this Panel”. Kemudian, klik kanan panel atas, lalu Properties dan pilih orientasi panel agar diletakkan di bawah (bottom).
Selanjutnya, tambahkan beberapa komponen baru terutama Window List (Taskbar), agar jendela aplikasi bisa terlihat. Lalu hapus menu utama menjadi menu yang lebih sederhana (Main Menu). Menu ini hanya terdiri dari satu ikon. Silahkan klik kanan pada bagian kosong di panel kemudian pilih menu “Add to Panel” dan pilih applet/komponen yang anda inginkan. Agar anda leluasa dalam mengatur panel, terlebih dahulu klik kanan pada masing-masing komponen kemudian pilih menu “Lock to panel” agar applet posisinya tidak terkunci.
Selain itu anda bisa membuat panel tambahan di bagian atas namun bersifat auto-hide, misalnya diisi dengan beberapa ikon shortcut tambahan. Untuk membuat panel baru klik saja pada panel lama, kemudian pilih menu “New Panel”.
Grouping taskbar!

Terakhir adalah melakukan grouping pada taskbar yang menampilkan daftar jendela. Grouping akan mengelompokkan beberapa jendela dari satu aplikasi menjadi satu tombol saja jika banyak jendela yang muncul, hal ini sudah menjadi default pada Windows maupun desktop KDE.
Untuk mengaktifkan grouping, klik kanan pada bagian kiri taskbar (ada gambar garis tiga kali), kemudian klik menu Preferences. Pada jendela “Window List Preferences”, klik pada opsi “Group when space limited”.

OK, segitu saja dulu tip dan triknya. Semoga bermanfaat bagi para pemilik netbook dengan OS Ubuntu Desktop.