Kian canggih teknologi yang diaplikasi pada ponsel, semakin pintar pula para hacker menembus skema keamanan yang diadopsi. Salah satu grup hacker mengklaim bahwa sistem yang dianut oleh 80% merek dan jenis ponsel di dunia sangat mudah di-hack. Meskipun tidak digunakan untuk melakukan hal yang illegal, namun mereka mengatakan bahwa sistem General System for Mobile Communication banyak memiliki kelemahan. Hal tersebut dilaporkan oleh seorang peneliti asal Jerman saat berlangsungnya Konperensi Hacker di Berlin. GSM adalah algoritma yang digunakan oleh banyak provider seluler di seluruh duniatermasuk AT&T dan T-Mobile di Negara Paman Sam.

Ini bukan yang pertama kalinya orang mengklaim bahwa mereka dapat menembus GSM encryption, namun masih menjadi tantangan paling serius untuk para hacker. GSM telah digunakan selama 21 tahun dan pertama kali di cracked pada tahun 1994. Menurut seorang peneliti bernama Karsten Nohl, metode enkripsi 64-bit A5/1 sudah tidak mampu melindungi komunikasi di dunia seluler.

Meskipun Nohl yakin bahwa para hacker kriminil sudah memiliki teknologinya, namun dia percaya bahwa memonitor setiap panggilan secara real-time masih dapat dilakukan dengan menggunakan alat penerima khusus, antenna dan dana sekitar $ 30 ribu untuk memboyong unit hardware computerized.  Jika GSM Trade Association telah mempercanggih serta mengembangkan sistem keamanan GSM, Nohl pun yakin bahwa sistem pengganti tersebut masih dapat ditembus.